Cara Menentukan Pesan Utama pada Signage yang Dilihat Sekilas
Tentukan hierarki pesan signage berdasarkan keputusan yang perlu dibuat pembaca, lalu uji nama, layanan, dan kontak pada mockup dari arah pandang nyata.
Ilustrasi Artikel Dalam panduan ini
Signage yang dilihat sekilas tidak dapat memperlakukan nama usaha, daftar layanan, slogan, dan kontak sebagai pesan yang sama penting. Pilih satu informasi yang harus dikenali lebih dahulu, kemudian tempatkan informasi lain sebagai pendukung atau pindahkan ke media yang lebih sesuai.
Apa satu pesan yang harus terbaca lebih dahulu?
Pesan utama ditentukan oleh keputusan yang perlu dibuat pembaca pada saat melihat signage. Gunakan tiga kemungkinan berikut:
- Nama usaha lebih dahulu: tepat ketika orang sudah mengenal atau sedang mencari usaha tersebut. Tugas signage adalah mengonfirmasi, “Ya, ini tempat yang dicari.”
- Layanan lebih dahulu: relevan ketika nama belum menjelaskan bidang usaha. Pembaca perlu memahami apa yang tersedia sebelum memutuskan apakah tempat itu sesuai kebutuhannya.
- Kontak lebih dahulu: hanya masuk akal jika tujuan utama medianya memang mendorong tindakan jarak jauh dan pembaca mempunyai kesempatan mencatat atau memindai informasi. Pada signage yang dilewati cepat, kontak yang dominan belum tentu berguna jika pembaca bahkan belum memahami siapa atau layanan apa yang ditawarkan.
Gunakan kalimat keputusan untuk mengunci prioritas: “Setelah melihat signage ini, pembaca pertama-tama harus mengenali…” Isilah dengan nama usaha, jenis layanan, atau tindakan tertentu. Jika kalimat tersebut berisi beberapa jawaban sekaligus, hierarkinya belum selesai.
Prioritas juga dapat berbeda menurut lokasi. Signage di depan tempat yang memang sedang dicari pengunjung dapat mengutamakan nama. Signage yang menghadap arus orang yang belum mengenal usaha mungkin perlu membuat kategori layanan lebih mudah dipahami.
Bagaimana menyusun informasi pendukung?
Setelah pesan utama dipilih, susun urutan berikutnya berdasarkan kebutuhan pembaca:
- Pesan utama: informasi yang harus tertangkap pertama.
- Penjelas: satu frasa yang memberi konteks jika nama usaha belum cukup jelas.
- Tindakan: kontak, arah masuk, atau informasi lanjutan yang hanya diperlukan setelah pembaca tertarik.
Hierarki bukan sekadar membuat satu teks lebih besar. Kontras, posisi, ruang kosong, panjang tulisan, dan persaingan dengan elemen fasad ikut menentukan urutan baca. Nama yang besar tetapi berwarna serupa dengan latar dapat kalah dari teks pendukung yang lebih kontras.
Setelah kebutuhan komunikasinya jelas, bentuk fisik dan penempatannya dapat dibahas dalam konteks neon box dan signage untuk identitas usaha di Lampung. Ukuran serta kondisi lokasi tetap perlu dikonfirmasi sebelum keputusan produksi.
Informasi apa yang bisa dipindah ke media lain?
Informasi yang panjang, sering berubah, atau memerlukan waktu baca lebih lama biasanya tidak perlu memenuhi bidang utama. Pertimbangkan pemindahan berikut:
- Daftar layanan lengkap: pindahkan ke menu, brosur, situs, atau media di area tunggu. Signage utama cukup memakai kategori yang paling membantu pengenalan.
- Beberapa nomor dan akun sosial: pilih kanal lanjutan yang benar-benar digunakan, atau tampilkan pada media yang dapat dibaca ketika orang berhenti.
- Jam operasional dan promosi: tempatkan pada panel yang dapat diperbarui, kaca pintu, atau media digital karena informasinya lebih mudah berubah.
- Alamat lengkap: tidak selalu diperlukan pada signage yang sudah berada di lokasi. Informasi tersebut lebih berguna pada peta digital, undangan, atau materi pencarian lokasi.
- QR: gunakan hanya pada posisi yang memungkinkan orang berhenti dan memindai dengan aman. QR bukan pengganti pesan utama yang harus dipahami sekilas.
Bagaimana menguji urutan baca pada mockup?
Jangan menguji dengan pertanyaan “Apakah desain ini bagus?” Uji apakah urutan informasi benar-benar muncul seperti yang direncanakan.
- Buat dua versi: ubah hierarki, bukan sekadar warna. Misalnya, satu versi mengutamakan nama dan versi lain mengutamakan layanan.
- Tempatkan pada konteks: tampilkan mockup pada foto dari arah datang pembaca. Tandai ukuran atau posisi yang berasal dari foto sebagai belum diverifikasi; sebut terkonfirmasi hanya setelah pemeriksaan lokasi atau dokumen yang disepakati.
- Tampilkan tanpa penjelasan: jangan memberi tahu penguji mana informasi yang seharusnya dibaca pertama.
- Tanyakan kembali: “Apa yang terbaca pertama?”, “Usaha ini menawarkan apa?”, dan “Apa tindakan berikutnya?”
- Catat hasil, lalu revisi: pisahkan masalah hierarki dari kesalahan ejaan atau data. Keduanya penting, tetapi membutuhkan perbaikan berbeda.
Ilustrasi hipotetis: membandingkan dua mockup
Contoh berikut bukan standar bisnis dan bukan hasil proyek nyata.
- Versi Nama: nama usaha dominan, layanan menjadi baris pendukung, dan kontak ditempatkan terakhir.
- Versi Layanan: kategori layanan dominan, nama usaha berada di bawahnya, dan kontak tetap menjadi informasi lanjutan.
- Hasil uji ilustratif: dari lima penguji, empat mengingat nama pada Versi Nama tetapi hanya dua memahami layanannya. Pada Versi Layanan, empat memahami layanan dan tiga mengingat nama.
- Keputusan: jika pembaca umumnya sudah mencari nama tersebut, Versi Nama lebih sesuai. Jika tantangan utamanya menjelaskan bidang usaha kepada orang yang belum mengenal merek, Versi Layanan memberi urutan yang lebih berguna.
Catat persetujuan akhir dengan nama atau peran pemberi persetujuan, waktu, kanal tertulis yang dapat ditelusuri, serta acuan revisi mockup. Jika perubahan hierarki menambah isi, muka signage, atau lingkup pekerjaan, perubahan tersebut perlu masuk ke penawaran yang diperbarui sebelum dilanjutkan.